Hutan Kerangas – Pengertian, Jenis Tumbuhan & Potensi


Berdasarkan jenis tanahnya, hutan dikelompokkan menjadi beberapa jenis, seperti hutan rawa air tawar, rawa gambut, hutan kerangas dan hutan tanah kapur.





Hutan rawa atau hutan rawa air tawar (freshwater swamp forest) adalah hutan yang berkembang di tanah dengan mineral tinggi. Sedangkan, hutan rawa gambut (peat swamp forest) yakni hutan yang tumbuh di lahan yang kaya karbon.





Kemudian, hutan rawa bakau atau hutan bakau (mangrove forest) yaitu hutan yang meningkat di wilayah payau. Sedangkan, hutan tanah kapur (limestone forest) yaitu hutan yang berada di kawasan pelapukan kerikil kapur.





Selanjutnya, hutan kerangas (health forest) adalah jenis hutan yang berkembang pada tanah bersifat ekstrim. Berikut ialah klarifikasi perihal jenis hutan ini.






Pengertian Hutan Kerangas





Kerangas ialah kata yang berasal dari bahasa Dayak Iban, artinya adalah “tanah yang tidak dapat ditanami padi”.





Hutan kerangas adalah hutan yang berada pada lahan ekstrim atau rawan, serta sangat peka terhadap gangguan mirip kebakaran hutan. Tumbuhan di hutan ini bergantung pada humus di lantai hutan yang sangat tipis.





Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan hutan kerangas sebagai tipe hutan hujan tropis yang biasanya terdapat di Kalimantan, yang sesudah ditebang atau dibakar tidak mampu ditanami padi alasannya mempunyai tanah podsol dengan pH 3-4 dan kandungan hara yang rendah.





Sedangkan menurut Whitmore 1984; Whitten et al. 1984; Brunig 1974, hutan kerangas adalah vegetasi hutan yang berkembang di tanah podsol, adalah tanah yang terbentuk balasan curah hujan dan tanah pasir kuarsa yang miskin hara dan kadar pH rendah.





Jenis Tumbuhan Kerangas





Tanah tempat tumbuhnya hutan kerangas memiliki komponen hara yang miskin. Vegetasi yang bisa mengikuti keadaan di lahan ini, mirip tumbuhan dari genus Nephentes atau kantong semar.





Kantong semar yaitu flora pemakan serangga yang menyerap nutrisi dari binatang dan serangga yang terjebak dalam kantungnya untuk bertahan hidup.





Jenis tanaman lain yang mampu bertahan di daerah kerangas ialah geronggang (Cratoxylum arborescens). Geronggang yaitu jenis pohon utama di hutan sekunder. Tumbuhan ini bisa bertahan dari panas, serta kemajuan yang cepat dan mempunyai kemampuan hidup pada hutan yang pernah terbakar.









Selain itu, geronggang juga mampu bertahan pada keadaan kekeringan, alasannya mempunyai batang keras. Berdasarkan observasi, daerah kerangas di Taman Nasional Danau Sentarum, Kalimantan mempunyai vegetasi sejumlah 14 jenis pohon.





Hutan kerangas dapat didapatkan pada ketinggian yang serupa dengan hutan dataran rendah, adalah sekitar 800 mdpl. Hal yang membedakan dengan hutan dataran rendah adalah media berkembang kerangas yang berada pada tanah podsol dengan kandungan silika tinggi dan sangat masam.





Komposisi tumbuhan di lingkungan kerangas nyaris serupa dengan vegetasi hutan rawa gambut, walaupun berlainan dengan tutupan hutan dataran rendah. Hutan ini sungguh sensitif kepada kerusakan, disamping itu juga mempunyai kemampuan memulihkan diri yang sangat lambat.





Potensi Kawasan Kerangas





Menurut Kissinger et al (2013), setidaknya terdapat 36 jenis tumbuhan yang berasal dari hutan jenis kerangas yang mampu dimanfaatkan untuk pengobatan. Hutan ini memiliki vegetasi spesifik dan menghasilkan metabolit sekunder yang menjadi dasar tumbuhan obat.





Sedangkan menurut Harini et al, beberapa tanaman kerangas telah dimanfaatkan untuk obat seperti jungharab (Baeckea frutescens), kantong semar (Nepenthes spp.), tabat barito (Ficus deltoidea), dan senduduk (Melastoma malabathricum).





Tumbuhan kerangas mampu memperlihatkan faedah selaku sumber bahan baku obat-obatan herbal, antara lain anti basil, antioksidan, antiplasmodium (anti malaria), antihipertensi dan antidiabetes.





Hutan kerangas juga mempunyai kaitan dengan lapisan gambut. Lapisan gambut adalah tanah yang berasal dari aneka macam jenis serasah organik yang menumpuk selama ribuan tahun di atas substrat dasar pasir kuarsa.





Para jago menyimpukan bahwa hutan kerangas adalah permulaan dari terbentuknya banyak sekali vegetasi yang mampu bertahan hidup di lapisan miskin hara yang kemudian menghasilkan tumbukan serasah gambut di daerah tersebut.


Comments

Popular posts from this blog

How Long Does Ikea Furniture Last

Incredible Gambar Mempunyai Cara Pandang Yang Positif References

Ekosistem – Pengertian, Komponen, Ruang Lingkup, Kekerabatan & Jenis